Wifi lebih aman dan kencang dengan Tomato Firmware

October 20, 2010

Reading time ~2 minutes

Jika anda menggunakan access point linksys mungkin ada baiknya anda mengganti firmware nya dengan tomato firmware, apa itu firmware ? firmware adalah sebuah software / sistem yang di implementasikan kedalam sebuah chip. Jika access point Linksys anda sudah habis masa garansinya mungkin ini adalah masa yang tepat untuk mengganti firmware anda dengan firmware tomato.

Alasan mengapa menggunakan firmware Tomato karena firmware ini memiliki peningkatan fungsi access point anda lebih baik ketimbang menggunakan firmware bawaan Linksys sekalipun. Para penggemar modifikator firmware ini menyebut Tomato ini sebagai salah satu dd-wrt nya Linksys. Dd-wrt saat ini memiliki fan club tersendiri, namun secara umum dapat diakui Tomato firmware lebih mudah untuk digunakan dan lebih stabil dan memiliki fungsi yang betul betul bermanfaat untuk anda.

tomato firmwaretomato firmware

Untuk melakukan instalasi pada firmware Tomato, anda harus memperhatikan kompabilitas hardware yang anda gunakan, dan tentu saja cara mengidentifikasinya sangatlah mudah. Tomato firmware sangat kompatible dengan Linksys WRT54G v1-v4, WRT54GS v1-v4, WRT54GL v1.x, WRTSL54GS (tampa USB support), Buffalo WHR-G54S, WHR-HP-G54, WZR-G54, WBR2-G54, WBR-G54, WZR-HP-G54, WZR-RS-G54, WZR-RS-G54HP, WVR-G54-NF, WHR2-A54-G54, WHR3-AG54, Asus WL500G Premium (tampa USB support), WL500GE, WL520GU (tampa USB support), Sparklan WX6615GT, Fuji RT390W, dan juga Microsoft MN-700 namun firmware ini tidak kompatibel dengan Linksys WRT54G/GS .

Fitur dasar yang dimiliki oleh firmware Tomato ini adalah mereka memanfaatkan AJAX-based user interface yang dapat menghasilkan grafik secara real time mengenai status update, selain itu firmware ini juga mendukung command line interface dengan menggunakan BusyBox), yang akan menjadi tools macGyver anda untuk Unix tools pada embedded systems, TELNET access, SSH access (dengan menggunakan Dropbear), dan yang lebih canggihnya lagi adalah DHCP server yang lebih canggih dibandingkan dengan original firmware, traffic filtering, dukungan Wake-on-LAN, advanced quality of service control, mendukung multiple wireless mode termasuk access point, wireless client station (STA), wireless Ethernet (WET) bridge, wireless distribution system (WDS atau wireless bridging), simultaneous access point and WDS (atau disebut juga dengan wireless repeating), dapat menggunakan dynamic DNS service, dan juga CIFS client, dapat mengontrol kekuatan transmit, memilih antenna, dan mendukung 14 wireless channel, startup, shutdown, firewall, dan juga memiliki “WAN Up” scripts bersama dengan CRON jobs (scheduled scripts), wireless survey (untuk melihat network lain dalam neighborhood) dan yang paling penting adalah firmware ini memperbaiki beberapa bug yang dimiliki oleh Broadcom-based Linksys firmware.

comments powered by Disqus