Web OS bayang bayang dari Chrome

July 12, 2009

Reading time ~3 minutes

Inspirasi Chrome ala LabnolInspirasi Chrome ala Labnol

Ternyata sebelum berita google menggemparkan dunia lagi dengan mengumumkan kalau mereka akan membuat [intlink id=”1886″ type=”post”]OS baru yang disebut dengan Chrome ?[/intlink] lalu pertanyaan lain pun muncul, ada apa dengan Android ? ternyata orang banyak berspekulasi kemungkinan besar Android kurang memenuhi syarat untuk kapabilitas sebuah OS komputer saat ini, lalu Google juga membuat gerakan baru dengan mengumumkan Chrome OS, sepertinya ini adalah sesuatu yang bisa ditunggu tunggu oleh banyak user yang sudah menggunakan Windows, Mac ataupun Linux untuk pc untuk menghadirkan OS baru di hadapan yang diharapkan lebih baik lagi dari segala sisi.

Konsep Chrome OS itu sendiri bagaimana ?

Banyak juga yang berspekulasi mengenai hal ini, tapi mengingat google adalah pemberi jasa layanan yang selalunya gratis, maka OS ini pun harus lah gratis, dan dibuat dari platform yang gratis ?? mungkin masuk akal juga kalau Google akan menggunakan Linux kernel sebagai platform utamanya, dan dikembangkan dengan cara google sendiri, seperti Android yang sudah mulai merambah dunia handset.

Bagaimana dengan google Apps ?

Dilain sisi, jika google memang menggunakan linux kernel untuk bekerja didalam OS nya, maka tentu saja mereka membutuhkan sebuah tools baru untuk mengintegrasikan google apps kedalam OS tersebut ? karena ngga mungkin juga kan, google menggunakan openoffice yang notabene kini dimiliki oleh oracle dan sun. Mengingat google apps adalah aplikasi office yang termasuk canggih yang ada saat ini, web application ini mampu memberikan layanan yang cukup bagi para pengguna nya jadi sudah tentu google akan menggunakan dan mengintegrasikan web application ini.

Bagaimana dengan Offline user ?

Aplikasi google saat ini memang sangat bergantung dengan konektifitas internet, mengakibatkan kurang friendly jika digunakan saat kita offline, untuk itu google telah mencoba mencari solusi baru, dengan google gears nya, namun itu semua belum cukup untuk membuat pekerjaan kita lebih nyaman digunakan saat offline ? akankah google akan membuat sebuah tools baru yang dapat memungkinkan kita untuk dapat menikmati office ala google secara offline ? atau membuat office baru ?

Semua itu masih menjadi rahasia google, bagaimana google membaca para end user untuk mengetahui apa yang mereka benar benar butuhkan untuk membuat sebuah sistem OS yang lebih simple dan reliable ditambah lagi gratis! tentu saja ini akan mendominasi dunia jika google berhasil mewujudkan semua ini, sebab tidak ada lagi pesaing yang dapat memberikan service, OS, dan office tools secara cuma cuma.

Bagaimana Jika Google membangun web OS ?

Berbicara sebuah WebOS, ternyata bukan google saja yang telah memulainya, jika google mengambil strategi ini, berarti mereka akan dibayang bayangi oleh beberapa produk web OS yang sudah mulai establish, dapat dikatakan sudah start duluan. Perusahaan perusahaan seperti Phoenix Technologies (pembuat BIOS system pada mainboard) di Milpitas, California, menawarkan solusi HyperSpace operating system, DeviceDM di San Jose, juga menawarkan Splashtop OS, sedangkan dari Paris mereka memiliki Jolicloud, dengan nama Jolicloud operating system.

Open source pun tidak mau kalah, beberapa project seperti eyeOS, AstraNOS, dan CMYOS sudah berada di eranya juga, anda dapat mencobanya satu persatu dan melihat fitur mereka masing masing, atau jika anda belum puas ? maka anda dapat melihat full listing Web OS yang ada di Internet yang dapat anda coba dan lihat dari Mashable. Adanya [intlink id=”1240″ type=”post”]teknologi Cloud Computing[/intlink], menyebabkan kita dapat menganalisa kemana kemana era OS akan berjalan di masa mendatang, akankah google mampu meruntuhkan kesuksesan Microsoft ?

comments powered by Disqus