Web-Hosted Office Layanan bisnis baru

September 14, 2007

Reading time ~3 minutes

Adison & Partners adalah salah satu sampel kecil dari mayoritas bagaimana sebuah office software dijual dan di pakai. tampa adanya, Adison & Partners tentu saja tidak akan menajadi pencanang Web 2.0 Silicon Valley. Mereka adalah 8 orang yang mengelola executive recruitment company di New Jersey. foundernya dan managing partner Jim DiPietropolo tidak mengetahui apa itu “wiki”.

Namun dia mengetahui dengan jelas: memilih Aplikasi Web-hosted suite untuk komunikasi dan Kolaborasi akan lebih menguntungkan bisnisnya.

Seperti halnya Adison & Partners, ratusan organisasi, yang besar maupun kecil , telah melakukan riset dan mencoba untuk mengimplementasikan hosted office suites sebagai alternative yang lebih murah, Seperti pilihan tradisional sebbelumnya kita pastinya akan menggantungkan pada Microsoft Office, yang di desain untuk hidup bersama PC anda.

Tentu saja, sebagai IT konsumer, seorang chief information officer pada perusahaan yang besar, small-business owners ataupun self-employed individual, harus mempelajari opsi ini secara hati hati dan menanyakan pertanyaan tentang kemampuan dari software-as-a-service (SAAS) ini.

“Sudah waktunya saat ini bagi kita untuk menikmati advanced technology dan strategi khusus untuk sepak terjang office suites ini, bagi orang yang melihat kedepan ini adalah masa depan yang cerah dan demand yang akan benar benar di butuhkan, walaupun saat ini belum cocok bagi kita untuk membelinya, dilansir dari perkataan” Burton Group seorang analis. “Kesalahan terbesar adalah kita harus melihat penawaran itu mulai dari sekarang.”

Namun penawaran nya pun saat ini belum cukup adil, beberapa ada yang kuat di webmail, dimana yang lain lebih terfokus pada application productivity seperti word processing dan spreadsheets. sehingga banyak para arsitektur menunggu semuanya ini akan stabil . Namun bisnis SAAS model untuk office adalah pilihan yang sangat strategis untuk di masa mendatang, orang orang ingin sesuatu yang lebih murah dan dapat berkolaborasi. banyak vendor besar yang telah membuka teknologinya sedikit demi sedikit untuk melihat pangsa pasarnya.

Google Inc. dengan Google Apps suite, dan Cisco Systems Inc. dengan WebEx WebOffice produk nya. Salesforce.com Inc. yang saat ini telah mencapai posisi terkuat untuk saat ini dengan mengadopsi kemampuan CRM (customer relationship management) untuk di jadikan sebagai solusi pada SAAS market. beberapa vendor kecil juga ikut andil seperti Zoho dan Zimbra.

Lalu bagimana dengan Microsoft Corp.? Sampai saat ini M$ masih menjadi tools dominant productivity suite dalam bentuk packaged software. Kedepanya mungkin ini akan menjadi masalah. banyak yang berfikir jika Microsoft berjuang untuk mendevelop sebuah hosted version dari Office tampa mengkanibal suite’s packaged software business.

“Sebuah tantangan untuk Microsoft adalah untuk mencari tahu cara bagaimana masyarakat agar mau membeli next version dari Office jika ada on-demand version,” kata Rebecca Wettemann, seorang analist dari Nucleus Research.

Sebuah alasan dari Microsoft reaksi yang terlihat lambat ini di komentari kalau: “mereka tidak melakukan inovasi lagi setelah 10 tahun yang lalu,” kata Wettemann. Namun dapat kita ambil asumsi kalau Microsoft akan merespon beberapa point yang memiliki significant effect di dunia market.

“Saya fikir Microsoft harus mengambil tindakan positif tentang ini, karena ini hanyalah masalah waktu saja sampai semua ini menjadi kenyataan” kata Creese. “Didalam hosted office suites, ini memutuhkan waktu yang cukup bagi para perusahaan ini untuk mencari tahu bagaimana sistem ini bisa berjalan dengan mudah an benar.

Era Web 3.0 akan segera hadir, nantinya semua office colaboration akan bisa dimanfaat melalui 1 platform, sebuah interpreter, dan sebuah browser yang tangguh, kita akan melihat kedepan, perang browser akan semakin berperan aktif dengan bermunculanya aplikasi aplikasi kolaborasi berbasis web.

comments powered by Disqus