Uji Chromium OS, Moblin, Ubuntu Netbook Remix

November 24, 2009

Reading time ~3 minutes

MoblinMoblin

Intel baru baru ini merelease Moblin 2.1 di awal bulan ini, sementara itu Ubuntu Netbook Remix 9.10 juga baru keluar dan nampaknya bulan ini telah menjadi refresh untuk para Linux distribution. Tidak lupa juga Google juga telah mengeluarkan OS Chromium nya beberapa hari yang lalu. Semua OS yang berfokus pada netbook ini akhirnya memberikan update dan akhirnya Phoronix telah melakukan pengujian test benchmark terhadap distro distro baru ini khususnya dalam hal Linux netbook benchmarking.

Pengujian ini meliputi dari video playback performance lalu dilanjutkan encoding kemudian konsumsi battery dan juga CPU/memory usage test. Untuk netbook yang digunakan pada pengujian Linux benchmarking ini menggunakan Samsung NC10 dengan menggunakan Intel Atom N270 processor 1.60GHz, Motherboard nya sendiri mengunakan Intel 945GME + ICH7-M Chipset dengan standard 945 integrated graphic, 2GB memory, 32GB OCZ Core Series V2 SSD, dan juga 1024 x 600 LCD panel. Semua hardware berjalan dengan dengan baik khususnya 802.11g WiFi.

Untuk urusan OS yang menjadi pengujian adalah Linux Distro: Ubuntu Netbook Remix 9.10, Moblin 2.1, Fedora 12, Chromium OS, dan juga openSUSE 11.2. Untuk Chromium OS mereka menggunakan source build 999.999.32609.201950-a1 tampa menggunakan external patches ataupun konfigurasi khusus. Semua OS dibiarkan dalam posisi konfigurasi default dari package, dan settings. Untuk test ini mereka menggunakan Phoronix Test Suite software.

Spesifikasi OS

  • Ubuntu Netbook Remix 9.10 menggunakan Linux 2.6.31 kernel, GNOME 2.28.1 albeit dengan Ubuntu Clutter front-end untuk Netbook Remix edition, X Server 1.6.4, xf86-video-intel 2.9.0, Mesa 7.6, GCC 4.4.1, dan menggunakan EXT4 file-system.
  • Intel Moblin 2.1 juga menggunakan Linux 2.6.31 kernel, X Server 1.6.5 RC1, Mesa 7.6, GCC 4.3, dan EXT3 file-system.
  • Fedora 12 (a.k.a. “Constantine”) menggunakan Linux 2.6.31 kernel dengan GNOME 2.28.1 bersama dengan package X Server 1.7.1, xf86-video-intel 2.9.1, Mesa 7.7-devel, dan juga GCC 4.4.2. Fedora 12 menggunakan EXT4 file-system secara default.
  • Sedangkan untuk Google Chromium OS build 999.999.32609.201950-a1 menggunakan 2.6.30 kernel (2.6.30-chromeos-intel-menlow), X Server 1.6.3, xf86-video-intel 2.8.0, GCC 4.4.1, dengan EXT3 file-system, Chromium OS sebenarnya menggunakan acuan dari distro Ubuntu 9.10.
  • Tekarhir OpenSUSE 11.2 menggunakan i686 LiveCD dengan KDE 4.3 desktop environment, untuk package menggunakan Linux 2.6.31 kernel, KDE 4.3.1 desktop, X Server 1.6.5, xf86-video-intel 2.9.1, Mesa 7.6, GCC 4.4, dan juga EXT4 file-system.

Hasil Pengujian

Dengan melakukan beberapa test seperti H.264 video playback, OpenArena, LZMA compression, 7-Zip compression, IOzone, PostMark, dcraw, Ogg Encoding, FFmpeg, dan juga x264 video encoding. maka kesimpulan resultnya:

  • Video Playback, untuk urusan video playback 1080p, Fedora menggunakan CPU usage terendah, sementara moblin yang tertinggi, masing masing distro memiliki nilai yang sangat ketat, sementara itu Google OS berada diantaranya.
  • OpenArena, semua OS distro memiliki nilai yang hampir sama, dan stabil kecuali Chromium OS karena memiliki X stack yang terbatas
  • LZMA Compression, untuk urusan kompresi ini, Ubuntu Remix memiliki proses yang paling cepat dan Moblin memakan waktu yang paling lama, sisanya saling mengejar dibawah ubuntu.
  • Kompresi 7-Zip, untuk zip semua distro memiliki nilai yang hampir sama.
  • Write performance, untuk hal write performance ini, moblin dan ubuntu yang tercepat dalam pemrosesan disk writing ini, mengingat mereka menggunakan EXT3 untuk file systemnya.
  • Battery power, dari 5 distro yang diuji Chromium OS adalah yang paling banyak mengkonsumsi daya. Ubuntu Netbook Remix, Moblin, Fedora, dan juga openSUSE memiliki nilai yang rata dalam hal konsumsi daya dengan nilai 11.3 Watt, namun Chromium OS mengkonsumsi 15% daya lebih banyak dibandingkan dengan yang lainya dengan rata rata 13.0 Watt.

Akhir kata

Dalam semua pengujian dari 5 distro yang ada, Chromium OS memiliki nilai yang cukup buruk, selain hasil test yang buruk, OS besutan google ini juga telah gagal di beberapa test, seperti CPU freq monitor, Memory usage monitor dan juga OpenArena. Sementara yang lainya memiliki nilai rata rata yang cukup stabil dan tidak signifikan melampaui performance yang lain. Hanya saja FS menggunakan EXT3 menjadi pilihan yang tepat untuk menambah kecepatan writing dibandingkan EXT4.

comments powered by Disqus