SAP dan IBM kembangkan teknologi Memory Analytic

March 31, 2011

Reading time ~2 minutes

Hanna LaunchHanna Launch

SAP beberapa minggu yang lalu memberitahukan kalau mereka kali ini akan memiliki teknologi yang terintegrasi dengan memory yang disebut dengan HANA (High-Performance Analytic Appliance) bekerja sama dengan database IBM DB2, yang tentu saja ini akan meningkatkan persaingan komputasi database dengan rival kelas berat nya Oracle dan platform Exadata.

Proses integrasi ini didapat dengan memanfaatkan teknologi SAP Sybase Replication Server, yang mana SAP telah meng akuisisi perusahaan ini pada tahun yang lalu. Sehingga DB2 diperkirakan akan “HANA-ready dan dapat dengan efisien melakukan replikasi data kedalam SAP HANA hingga mendekati real time”.

Sementara itu untuk Oracle database, SAP belum memiliki pengumuman yang sama yang mana banyak customer ERP (enterprise resource planning) sudah mengintegrasikan sistem database nya dengan Oracle. Untuk meyakinkan teknologinya, SAP telah melakukan uji benchmark dengan melakukan instalasi HANA pada IBM 3850-series server. System ini menggunakan X5 server dengan 32 core, 0.5TB memory dan juga RAID 5 disk array.

Sebagai proses testing, SAP menggunakan ERP data dari tabel sales delivery. Pada saat itu, HANA mampu mengirimkan lebih dari 10,000 queries dalam setiap jam nya dengan aliran 1.3TB data dan menampilkan data tersebut dalam hitungan detik, klaim SAP. Hasil yang dicapai ini belum termasuk melakukan pre-aggregating data ataupun tampa adanya database tuning, dalam rangka mencoba mendapatkan hasil benchmark yang mendekati real.

Angka tersebit tentu saja menjanjikan bagi para pebisnis enterprise besar, dan tentu saja masih ada limitasi dari HANA ini, menurut analis Curt Monash dari Monash Research.

“Jika kita hanya memperdulikan data pada konvensional pada business intelligence (BI) dan hanya terfokus pada SAP data, maka SAP HANA akan menjadi teman yang baik untuk performance,” ungkapnya. “Ada banyak cara meningkatkan performance dari mengolah data business intelligence. Jika kita memiliki sistem yang tidak terlalu kompleks maka HANA adalah salah satu solusi yang tepat. Dengan melemparkan semua data kedalam RAM tentu saja membuat data processing menjadi sangat cepat.”

Monash juga mengungkapkan tidak mengejutkan kalau SAP pindah menggunakan teknologi HANA dengan IBM sebagai pendahulunya, karena SAP dan IBM saat ini dalam tahap persaingan yang sangat ketat melawan rivalnya Oracle sebagai musuh bebuyutan. Sehingga jika teknologi HANA ini sukses, maka pastinya Oracle harus bekerja sama dengan ini.

Mungkin nantinya HANA akan di integrasikan dengna produk SAP Business Warehouse yang tentu saja produk ini lebih memerlukan teknologi ini dalam hal storage, indexing, partitioning, query dan juga memanfaatkan berbagai macam third-party DBMS. HANA pada dasarnya akan mengkonsumsi informasi dari database melalui proses ETL (extract, transform and load) sehingga proses data sinkronisasi yang mendekati realtime itu nantinya akan dihadirkan melalui Sybase Replication Server dengan menggunakan DB2 di masa mendatang.

Link Terkait:

comments powered by Disqus