Persaingan 5 Gadget dengan Touch Interface

October 20, 2008

Reading time ~4 minutes

Tahun ini para pengguna gadget telah disemarak kan dengan kehadiran apple, sebagai salah satu pembuka gerbang generasi baru alat komunikasi, yaitu sebut saja teknologi accelerometer dan multi touch nya yang membuat semua PDA mengembangkan feature yang sama untuk PDA seri – seri terbaru mereka, dari sini pun nantinya akan merubah kebiasaan kita dalam menggunakan PDA khusus nya penggunaan stylus kini dapat diganti dengan menggunakan jari kita dengan mudah.

Berikut adalah beberapa produk Gadget yang menggunakan teknologi touch interface yang layak untuk anda simak.

1. Apple iPhone 2.0 pada Apple iPhone 3G

Browsing di Apple Iphone menjadi menyenangkanBrowsing di Apple Iphone menjadi menyenangkan

Rajanya PDA dengan teknologi touch jatuh ke tangan apple, dan hampir menguasai pasar penjualan PDA dengan teknologi ini.Apalagi semenjak kemunculan Apple iPhone 3G yang menyatakan kalau jari kita mampu melakukan tap (seperti klik) dan menari nari diatas konten yang ada di layar PDA, bahkan sampai saat ini Apple telah menjadi the best-in-class media player dan desktop-grade Web browsing experience yang tidak akan di dapat kan di PDA lain selain dengan ukuran dan bentuknya yang kecil. Apple phone menggunakan teknologi multi-touch, dimana 2 jari dapat melakukan zoom dan rotasi pada objek yang ada dilayar, namun saat ini Google Android platform juga telah memiliki kemampuan ini, sehingga tinggal menunggu waktu saja kalau platform lain juga akan bisa melakukan hal yang sama.

2. Google Android pada the T-Mobile G1

Browsing di Android sederhana namun cepatBrowsing di Android sederhana namun cepat

Jika Apple iPhone software adalah sebuah drama pada klas touchscreen, Google Android OS satu satu nya software yang dapat digunakan dengan sangat mudah bahkan oleh anak bangku sekolahpun. Tidak secantik interface yang dimiliki Apple, namun lebih fungsional, dengan banyak nya shortcuts yang disediakan membuat kita lebih mudah untuk memanfaatkan feature yang ada dan lebih intuitive. Google Android phone pertama kali keluar adalah HTC dengan mendesain T-Mobile G1, walaupun terdapat beberapa masalah kecil pada phone radio hardware, tidak membuat google jatuh pamor karena sudah di tutupi dengan feature lain yang lebih menyenangkan, sangat mudah diaplikasikan ke GPS, accelerometer pun dapat di buat menjadi built-in compass. Singkat kata the Google Android OS menawarkan banyak akses kepada para developers untuk mengkustom phone nya.

3. TouchFLO 3D pada HTC Touch Diamond (Sprint)

Browsing di Touch Flo, memanfaatkan lebar layarBrowsing di Touch Flo, memanfaatkan lebar layar

Pada dasarnya belum pernah ada sejarah kalau Windows Mobile akan tampak begitu slick, dan kita juga tidak pernah komplain dengan interfacenya yang sangat membosankan, hingga HTC membuat sebuah interface khusus untuk itu dan paradigma WM pun menjadi berubah saat HTC Touch Diamond di release pada Sprint. HTC memberikan banyak features, termasuk e-mail previews dan tampilan yang sangat slick dengan aplikasi cuacanya, pada bagian atas software Windows ini. Selain itu phone ini juga telah mencapai resolusi 640 x 480 dengan menggunakan resolusi VGA, di U.S. market banyak yang menyukai dark, stylish interface dan pop. Screenya juga sangat responsive; kita dapat bergerak dengan cepat untuk berpindah dengan tap. Setiap generasi TouchFLO, HTC terus membuat desain nya semakin menarik, dan berencana untuk menguburkan Windows Mobile interface lebih dalam di dalam phone nya itu sendiri.

4. Touch Wiz pada Samsung Omnia i900

Musik Player di Samsung Omnia, Masih memperlihatkan Interface WinMoMusik Player di Samsung Omnia, Masih memperlihatkan Interface WinMo

Samsung pun tidak mau ketinggalan untuk urusan touchscreen phones, namun mereka benar benar harus belajar dari kesalahanya. pada saat release pertama dari touch phone khususnya setelah Apple iPhone di launch, Samsung Omnia i900 mengalami masalah pada soal responsifitas, dimana aplikasi aplikasinya tidak dapat bergerak secepat jari yang kita gerakan. Walaupun mereka mengembangkan teknologi widgets dan mensupport accelerometer diatas Windows Mobile namun ini masih langkah yang panjang bagi Samsung, dan sampai sekarang pun mereka masih menunjukan kalau mereka belum berhenti berinovasi untuk mengembangkan aplikasinya. Sehingga di harapkan kedepanya Samsung mampu meng optimasi system nya, sebagaimana HTC’s system telah berhasil berimprovisasi saat mereka mengeluarkan HTC Touch Diamond di Sprint.

5. Panels pada Sony Ericsson Xperia X1

Panel pada Sony Ericsson Experia Semua Objek mampu dijadikan panel gridPanel pada Sony Ericsson Experia Semua Objek mampu dijadikan panel grid

Panels adalah hal yang baru, walupun konsepnya mirip dengan widget (widget / homescreen combo). Namun sayangnya Sony Ericsson Xperia X1 keluar paling akhir di tahun ini, dan tentunya ini akan menggoyangkan pasar Windows Mobile. Panels dapat berupa program, collection atau favorite applications yang tersusun secara grid, sehingga lebih fungsional, dan memiliki feature goldfish yang dapat bersinar tergantung dengan keadaan batere, incoming messages dan lainya. Sony Ericsson, seperti HTC dan Samsung, telah menguburkan Windows Mobile interface, namun tidak seperti manufacture yang lainya, Sony Ericsson juga telah mengembangkan Panels mereka sendiri SDK untuk memeberikan kesempatan kepada developers untuk menciptakan ide baru untuk menjadikan interface dari WinMo experience. Dengan spesifikasi hardware yang tinggi, Sony Ericsson’s Xperia X1 memiliki potensi potential untuk menangkap perhatian market.

comments powered by Disqus