Pengalaman Johan De Gelas Dalam Penggunaan Cloud

April 22, 2011

Reading time ~3 minutes

Johan De GelasJohan De Gelas

Artikel ini dilansir dari Johan De Gelas dari Anandtech yang mengemukakan soal pengunaan dan pengaplikasian cloud computing untuk IT. Johan juga menjelaskan bagaimana dia memilih solusi cloud yang tepat untuk beberapa perusahaan yang bergerak di bidang IT serta beberapa pertimbangan pertimbangan yang mungkin akan memberikan inspirasi bagi kita untuk memulai bisnis dengan memanfaatkan ifrastruktur IT dengan menggunakan cloud computing.

Apakah Email yang di outsource dengan Cloud itu lebih baik ?

Menurut Johan, untuk kelas SME (Small and Medium Enterprises), menggunakan cloud untuk email memang akan lebih hemat dan lebih murah dibandingkan dengan hosting sendiri exchange server. Dari sisi CAPEX (Capital Expenditure) dan OPEX (Operational Expenditure) penggunaan self hosted sudah tergolong lebih mahal, kenapa demikian? karena kita harus membayar infrastruktur fisik yang berupa server, dan peralatan lainya, selain itu untuk OPEX kita juga harus terus membayar listrik, dan juga menggaji administrator untuk melakukan update, patching pada mail server.

Saat ini email adalah hal yang paling esensial untuk para user, sehingga kalau kita bisa memilih solusi tampa resiko downtime operasional dan lebih murah, kenapa kita tidak menggunakan solusi tersebut ? Berdasarkan pengalaman beliau menggunakan hosted Exchange ternyata jauh lebih mahal dibandingkan menggunakan Gmail for business.

Menggunakan Gmail for business merupakan solusi yang memadai saat ini, dimana Gmail for Business ini tentu saja berbeda dengan gmail standard yang kita miliki, dimana dalam gmail for business tidak terdapat ads, dan data tidak di maintain oleh google, selain itu, Gmail for business ini memiliki datacenter yang sangat reliable dan cepat dengan uptime yang sudah terjamin. Sehingga kita tidak perlu khawatir untuk mengelola email, tidak perlu membeli infrastruktur, tidak perlu menyewa administrator, dan yang paling penting lagi adalah, setiap user memiliki kapasitas 25GB, yang hanya akan merogoh kantong kita sebesar 50USD selama setahun.

Untuk masalah support Gmail for Business juga memiliki fitur enterprise support. Google memiliki beberapa partner  sehingga kita dapat menemukan local support. Misalnya saja Romneya sebuah Google Partner support dari Belgia. Dari hal demikian, ini menunjukan kita tidak memiliki alasan lain untuk tidak meng outsourcing e-mail dengan menggunakan cloud.

Gmail juga dapat bekerja dengan berbagai macam mobile device seperti Blackberry, Android ataupun Iphone.  Dengan fitur google sebagai mesin pencari, untuk mencari email pun akan lebih mudah sebagaimana Outlook tidak mampu membedakan Johan de Gelas dan De Gelas Johan.

Satu satunya fitur yang pintar dimiliki exchange hanyalah sistem kalendar dan membuat schedule, karena kemampuan dia terintegrasi langsung dengan active directory.

Keuntungan dan kerugian memindahkan Anandtech ke Amazon EC2 Cloud ?

Menurut Johan, sangatlah mudah untuk membuat startup dengan memanfaatkan Amazon EC2 instance. Instance ini merupakan kombinasi dari beberapa virtual hardware yang berjalan dengan Xen Server sebagai template operating system. Semua instance juga sudah terinstall Xen drivers dengan rapih dan mengurangi waktu kita untuk mengkonfigurasi. Gambar di bawah ini kita lihat Windows 2003 instance dengan Xen paravirtualized driver yang sudah terinstall.

Amazon Windows InstanceAmazon Windows Instance

Dengan demikian, kita hanya tinggal browse ke website, dan memilih jenis instance yang kita inginkan dan bayar dengan credit card.

Untuk membuat site dengan Amazon EC2 juga sangat mudah, dan kita hanya akan membayar berdasarkan waktu dan resource yang terpakai saja. Ini merupakan keuntungan yang tinggi dibandingkan dengan membeli dan memaintain server sendiri untuk menghandle data tampa dapat memprediksi peak load.

Namun ada beberapa kekurangan juga dari Amazon EC2, dimana disk performance tergolong sangat buruk, bahkan sequential access sangat sulit untuk mendapatkan 20-30 MB/s. Disk performance dengan random dan sequential access terkadang hanya 3 MB/s.

Yang kedua, kebanyakan processor di Amazon datacenter menggunakan Xeon 53xx “Clovertown” dan juga Xeon 54xx “Harpertown”. Kebanyakan dari mereka berjalan pada kecepatan 2.33 GHz, dan juga kemampuan komputasi EC2  seperti Xeon yang berjalan pada 1.2 GHz.

Amazon HardwareAmazon Hardware

Untuk itu, kita perlu melakukan sizing “normal”virtual machine dengan sangat tepat, karena ada perbedaan yang sangat signifikan antara small, medium ataupun large instance. Large instance biasanya akan 3x lipat dari yang medium.

Selain itu, gunakanlah Linux. Linux instance dapat lebih murah 50%  dibanding Windows.

comments powered by Disqus