Pelajar 19 tahun dengan teknologi pengolah sampah laut

March 27, 2013

Reading time ~1 minute

Pelajar ini bernama Boyan Slat, dia memiliki mimpi yang tidak sama dengan mimpi orang lain, yaitu membangun sebuah sistem yang dapat membersihkan laut dari 7,250,000 ton sampah pelastik yang ada planet bumi ini pada tahun 2020. Dengan melakukan beberapa riset kecil kecilan dia menemukan ternyata plastik menjadi polusi yang berbahaya nantinya, mengingat plastik plastik yang bertebaran di laut akan terpecah dan mengacaukan sistem rantai makanan, karena burung akan memakan plastik tersebut, ikan juga, dan akhirnya ber efek pada manusia. 

Dengan penelitian dan paper nya Slat mendapatkan banyak award, termasuk Best Technical Design 2012 di Delft University of Technology dan kemudian muncul juga di TEDxDelft 2012. Awalnya Slat mendesain sebuah kapal yang bergerak untuk membersihkan laut ini, namun iya melihat hal ini tidak efektif karena akan memakan biaya yang sangat besar untuk operasinya. Lalu dia melanjutkan riset nya dan menemukan ide membuat sebuah kapal automatik yang menggunakan energy cahaya, dan gelombang sebagai penggerakanya, maka Slat dapat membuat alat ini bergerak dengan sendirinya membersihkan laut di permukaan bumi.

Berbagai tantangan juga dialami oleh Slat misalnya saja bagaimana caranya untuk memastikan agar sampah saja yang diambil bukan organisme ataupun plankton namun mereka dapat menemukan teknologi yang mampu menangani nya. Karena keterbatasan biaya yang dimiliki oleh seorang anak yang berumur 19 tahun ini, maka dia membuat sebuah  The Ocean Cleanup Foundation untuk mensupport biaya riset dan pembuatan alat ini.

Dia juga mengatakan, sampah yang tersaring nantinya dapat di ambil untuk di daur ulang sehingga proyek ini bukanlah semata mata proyek kemanusiaan malah dapat menguntungkan.

comments powered by Disqus