NSA dapatkan lampu hijau untuk me-menyadap rakyat Inggris

November 22, 2013

Reading time ~1 minute

Markas besar  pusat komunikasi Inggris yang berada di Cheltenham, Gloucestershire, United Kingdom.Markas besar pusat komunikasi Inggris yang berada di Cheltenham, Gloucestershire, United Kingdom.

Marak maraknya aksi sadap menyadap, kali ini pemerintah British secara publik mempertanyakan persetujuan baru yang mengizinkan National Security Agency untuk melakukan “unmask”  data yang ditangkap dari para penduduk United Kingdom. Malcolm Rifkind sebagai kepala parlimen dari intelligence and security committee, mengungkapkan kepada The Guardian, untuk mendapatkan laporan penuh mengenai hal ini.

The Guardian melaporkan persetujuan ini telah dimulai pada tahun 2007  antara 2 pihak dimana melibatkan kontraktor NSA yang bernama Edward Snowden.

Didalam persetujuan itu menyimpulkan bahwa Badan agen intelijen Amerika dan Inggris  menunjukan kalau NSA sekarang diperbolehkan untuk meng analisis dan menyimpan sejumlah data  mobile phone, fax, secara selektif sebagai metode “contact chaining” analysis. Sebelumnya NSA hanya dapat memiliki akses untuk menganalisis data dari jaringan landline saja.

Dikutip dari memo tahun 2007 NSA sebetulnya tidak diperbolehkan mentarget konten sistem komunikasi Inggris, namun menurut memo dari NSA:

  • NSA diperbolehkan untuk membaca dan membuka data  yang berasal dari insiden.
  • NSA akan menggunakan data tersebut sebagai [signals intelligence] development contact chaining analysis.”
  • NSA akan melakukan pengidentifikasi kontak Inggris dan dikumpulkan di bawah otoritas NSA sedangkan metadata akan mengikuti aplikasi USSS (US SIGINT System).

Inggris ternyata sudah ada agreement sadap menyadap sejak tahun 2007, Indonesia juga baru baru ini kena :)

 

comments powered by Disqus