Nasib OpenGL

May 28, 2007

Reading time ~1 minute

Disaat semua developer games melakukan program berbasis DX10 pada PC, memberikan kesan kalau teknologi OpenGL ini akan habis sebagaimana Quake Wars developer memanfaatkan Splash Damage yang di integrasikan pada OpenGL, hal ini tentu sangat menyenangkan bagi DX10 dimana fitur hardware dan software yang didukung selaras dengan kemampuanya.Sebenarnya situasi seperti ini bukanlah hal yang baru bagi OpenGL, bukan berarti OpenGL akan sekarat, karna OpenGL sendiri telah merambah ke device yang lebih mikro, misal saja sebuah royalty-free subset dai OpenGL yang disebut dengan OpenGL-ES yang merupakan pemroses API untuk grafik 2D dan 3D yang di implementasikan pada handheld dan mobile devices.

Microsoft telah mengalami kekalahan dari keberadaan handheld ini, baik untuk mobile devices dan embedded computing. OpenGL-ES telah menjadi bagian yang sangat penting bagi graphical rendering.

Atau jangan lupakan Blizzard… Game game nya berjalan hebat dengan menggunakan Macs, tentunya dengan dukungan OpenGL. Bahkan untuk World of Warcraft? pun mereka memanfaatkan teknologi OpenGL.. pernah mendengar aplikasi berbasis 3D-applications selain games, se[erti Maya, AutoCAD, Cinema4D, 3DS Max? mereka tidak menggunakan DX10 tapi OpenGL. Atau Linux dan Mac OS X? mereka sama sekali tidak memanfaatkan DX10, Atau mau yang lebih kontras lagi, bagaimana dengan PlayStation 3? masih sama, tampa menggunakan DX10..

Selama John Carmack masih berdiri di id Software, OpenGL akan terus bernafas. sejujurnya, tampa adanya Doom 3, OpenGL akan hilang sejak zaman dahulu. karna ini sangat menyedihkan untuk orang yang menggunakan OS non Windows, karena hanya OpenGL lah yang menjadi harapan bagi mereka untuk memplay game 3D.

comments powered by Disqus