Menelusuri Flu Babi

May 11, 2009

Reading time ~2 minutes

swineJika orang orang mengungkapkan kalau Internet saat ini adalah bisa menjadi segalanya, mungkin apapun yang kita publikasi di internet pasti akan muncul dan mudah untuk dicari. Sehingga ini menjadi pengecualian, jika anda tidak menginginkan agar data anda dapat dilihat, jangan di publikasi. Saat ini sebuah perusahaan biotech dengan nama Replikins, mengeluarkan press release mengenai potensi dari H1N1 (aka Swine Flu) yang akan muncul dan merebak sejak 1 tahun yang lalu, hal ini dikemukakan berkat teknologi yang mereka miliki, sehingga saat ini di indikasikan mereka sedang mengusahakan vaksin untuk H1N1 yang sedang dalam fase test secara worldwide.

Di terbitkan pada 7 April 2008, Replikins menulis:

“Replikins, Ltd. telah menemukan komponen baru dari H1N1 yang merupakan salah satu turunan dari virus influenza yang meningkat sebesar 7.6 (plus/minus 1.4), dan ini adalah perkembangan yang sangat tinggi semenjak 1918 H1N1 pandemic (p berarti kecil dari 0.001). Berdasarkan perhitungan Replikin komponen virus influenza berkembang dengan sangat cepat dalam memproses replikasi dari virus, awalnya ini adalah peringatan untuk kaum manusia, mengingat peningkatan ini terjadi pada H1N1.

H1N1 secara cepat bereplikasi di daerah U.S. dan Austria. Virus yang sama juga di temukan replikin berdasarkan struktur yang di deteksi oleh FluForecast(R) software dengan sebutan 1918 H1N1, 1957 H2N2, dan 1968 H3N2.

Swine Flu tentu saja sudah menjadi perhatian banyak peneliti semenjak 4 tahun belakangan ini berdasarkan hasil riset dan prediksi mereka anda dapat menyaksikan video youtube berikut ini dimana seorang dokter mengemukakan tentang kriteria dari Swine Flu  semenjak 5 tahun yang lalu.

Dengan begitu, Flu Babi / Swine Flu ini ternyata telah dipelajari dan memiliki algoritma khusus dalam penyebaran nya, sehingga dengan adanya ilmu programming, para ahli dapat menganalisa komponen virus yang akan berkembang ke tahap berikutnya akan menjadi apa dan beresiko apa.

Jadi, ini adalah pelajaran bagi kita, jika saja informasi ini tidak ada di Web, mungkin kita tidak akan mengetahui adanya prediksi megenai penyakit ini maka pastikan semua dokumen anda terdokumentasi dengan baik di blog, YouTube, yang memungkinkan kita untuk melakukan sharing content online.

comments powered by Disqus