Infrastruktur jaringan kenya tampa listrik

March 28, 2013

Reading time ~2 minutes

Kini masryarakat kenya dapat menikmati jaringan internet 16MBps meskipun tampa listrikKini masryarakat kenya dapat menikmati jaringan internet 16MBps meskipun tampa listrik

Mungkin kita akan berfikir tampa listrik jangankan jaringan internet, membuat penerangan saja mungkin akan menjadi sulit. Namun saat ini hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa karena saat ini siapapun dapat menikmati jaringan internet meskipun tidak dalam jangkauan sumber listrik. White space networks memulai debut nya di US untuk hal ini, namun tentu saja kurang efektif. Ketika pengimplementasianya dilakukan di Kenya yang notabene banyak yang belum memiliki listrik. Pemanfaatan teknologi solar powered network menjadi sangat sangat efektif dan bermanfaat.

Dengan menggunakan solar panel yang berukuran 7 meter persegi dapat memberikan energi listrik yang cukup untuk menghidupkan jaringan nirkabel di sebuah daerah yang tidak didapati listrik. 

Pada waktu siang solar panel akan memiliki cukup energi untuk menghidupkan jaringan disertai dengan charging, kemudian pada sore hari backup batere akan melanjutkan kelangsungan hidup perangkat jaringan ini sehinga mereka dapat menikmati akses broadband. White space networks juga menggunakan spectrum TV channel yang tidak digunakan, khususnya dalam range 600MHz range. Sinyal ini lebih rendah spektrumnya dari frequensi Wi-Fi namun memungkinkan mereka untuk mengirimkan sinyal wireless lebih jauh dengan kecepatan hingga 16MBps.

Untuk meraih kecepatan ini Kenya white spaces network memulai dengan membuat solar-powered base station didekat Nanyuki, yang menghubungkan dengan fiber access dari Internet Service Provider yang bernama Indigo. Base station ini akan mengirimkan sinyal ke sekolah sekolah, rumah sakit, klinik, dan perpustakaan dengan menggunakan alat dua arah yang dapat berfungsi sebagai receiver dan juga Wi-Fi hotspots. Alat ini dimanufaktur oleh Adaptrum dengan mengambil sinyal white space dan mendistribusikan nya melalui wireless Internet access melalui 2.4GHz dan juga 5GHz Wi-Fi yang biasa kita gunakan.

Microsoft juga mempelopori program ini dan mereka mengklaim metode ini dapat meningkatkan range setidaknya dalam jarak 10 kilometer di sekitar base station selayaknya sinyal TV dengan kemampuan 16Mbps kepada end user. Hingga akhirnya Microsoft juga akan mempelopori 2 base stations untuk mengkover 20 lokasi yang terbagi secara geografis ratusan kilometer. Untuk soal latency mereka mengungkap kalau latencynya akan sama dengan layaknya tipikal broadband.

comments powered by Disqus