IBM gunakan DNA nanotech untuk chip generasi depan

August 20, 2009

Reading time ~3 minutes

Logo IBM yang lamaLogo IBM yang lama

Dari Computerworld – para peneliti riset dari IBM sedang menggunakan DNA dan teknologi nano untuk membangun sebuah chip komputer yang sangat cepat dan efisien terhadap penggunaan energi dan juga murah. Powerful. Lebih cepat. dan Energy efficient, mudah di manufaktur adalah target yang akan IBM capai dalam waktu mendatang dengan menggunakan molekul DNA dan nano tube yang dapat menyusun dirinya sendiri untuk membentuk pattern. Dengan demikian chips ini mampu mendongkrak ukuran chips dari 45-nanometer processor technology menjadi 22-nm atau lebih kecil menurut IBM. Dengan demikian processor ini akan membuat hukum Moore dapat bertahan lebih lama setidaknya hingga 40 tahun kedepan, menurut prediksi Gordon Moore kalau jumlah transistors dalam sebuah chip akan meningkat 2x lipat setiap 2 tahunya.

“Biaya yang dibutuhkan untuk memperkecil transistor untuk meningkatkan kemampuan processor dengan mempertimbangkan hukum Moore dalam dunia semiconductor adalah hal yang tidak mudah,” ungkap Spike Narayan, manager of science and technology dari IBM Research. “Kombinasi teknologi ini memungkinkan adanya self-assembly fabrication technology yang akan membawa kita kedalam era yang lebih substantial dan menjadi hal yang paling mahal dan menantang dalam proses chip-making.”

Bagaimana dengan Intel dan AMD ?

Sedangkan Intel Corp dan Advanced Micro Devices Inc. Telah mencoba berbagai macam cara untuk terus dan terus memperbanyak jumlah transistor, merubah model block dari processor kedalam bentuk chip, dan para analis banyak yang memperkirakan teknologi ini akan mengarah ke penggunaan konsumsi daya yang sangat tinggi.

Sehingga dengan demikian, para peneliti riset sedang berada di jalan yang panas dalam jenjang teknologi yang harus membuat mereka terus berfikir untuk terus mencari jalan untuk memperkecil ukuran chip dan membuatnya lebih powerful dan murah.

Peneliti lain yang tidak ketinggalan

Akhirnya para peneliti dari McGill University di Montreal mengumumkan kalau mereka telah menemukan quasi-three-dimensional electron crystal yang mampu mengendalikan dan memproses secara fisika quantum untuk memperkecil chip komputer. Crystal ini ditemukan dengan menggunakan sebuah alat yang di dinginkan dari tempratur normal hingga 100x lebih dingin daripada suhu di angkasa. Dengan demikian para peneliti telah menggabungkanya dengan materi biologi seperti DNA dengan alat elektronik dan teknologi nano untuk menciptakan energi hybrid yang sangat kuat.

Pada akhir musim dingin para peneliti dari MIT menggunakan teknologi nanti dan DNA secara bersama sama untuk melawan tumor dan kanker yang ganas. Mereka juga bahkan telah membuat sebuah sensor yang dibuat dari carbon nanotube yang dibungkus dengan DNA. Dalam sensor terdapat sel hidup yang dapat memproses seperti kemoterapi ketika mereka mecapai target mereka dapat diprogram untuk menyerang sel yang tidak sehat.

IBM dan DNA

IBM telah menggunakan DNA dan teknologi nano. Pada bulan February 2008, IBM mengumumkan kalau peneliti mereka sekarang telah menggunakan DNA untuk mencari cara baru untuk membuat processor. Saat ini IBM telah memiliki lampu hijau mengingat progress yang mereka capai hingga saat ini. Para manufaktur Processor saat ini menggunakan teknologi optical lithography, dengan menggunakan cahaya untuk mentransfer semiconductor pattern. Proses ini membuat para engineer kesulitan untuk memperkecil pattern, yang merupakan kunci untuk kemampuan chip.

IBM saat ini sedang mencoba untuk mengolah DNA untuk dapat bertindak seperti miniature circuit board, untuk membuat komponen chip, seperti nanotubes, nanowire dan nanoparticle. Dengan demikian, mereka dapat membuat chip yang “significantly smaller” dibandingkan dengan metode fabrikasi teknologi saat ini menurut IBM.

comments powered by Disqus