China Tundukan Google

June 28, 2009

Reading time ~1 minute

Bendera ChinaBendera China

Setelah banyak melalui perjalanan yang panjang kalau China telah memblok google, sikap keras ini mendapat banyak kritikan dari bangsa luar mengenai beberapa fitur search google di blok China, akhirnya kali ini Google telah berjanji untuk menghapuskan semua content pornographic yang telah di index untuk search engine Chinese version Google.cn.

Menurut BBC, Google dengan cepat mengatur masalah ini dan communication directornya  John Pinette mengatakan Google sedang “menjalankan review dari servicenya dan mengambil langkah langkah yang diperlukan untuk memperbaiki masalah dari hasil pencaharian nya

China dengan keras meminta google untuk menghapuskan  konten pornografi pada hasil pencaharian melalui google, komplain yang dilangsungkan oleh CIIRC – China Internet Illegal Information Reporting Center – menyarankan agar Google “Menghapuskan hasil pencaharian yang bersifat pornographic dan mengandung informasi yang vulgar information.” dari laporan CIIRC report:

Public distribution of pornography is illegal in China. Previously, the country had blacklisted 50 websites, including search engines Google, Baidu and MSN China, which were accused of providing obscene content and of being slow to delete erotic materials.

Tentu saja ini adalah sebuah organisasi kecil, foundation ataupun sebuah group, atau mungkin sebuah negara bagian yang melakukan complaint, Google dengan cepat harus memperbaiki indexing dan linking ke content mereka, dan mereka tidak menginginkan hasil pencaharian yang mengandung pornographic content tampil dalam search result. dan China juga telah memberikan himbauan untuk para computer maker agar PC baru mereka harus di packing didalamnya software yang dapat mem blocks beberapa website: Dengan market yang besar dari China, Google mau melakukan “tweak” untuk standard policy mereka – bahkan ketika ini harus melalui censorship dan online privacy – untuk mengkonfirmasi akan kebutuhan pemerintah China.

Bravo untuk China.

comments powered by Disqus