Burma tumbang dengan serangan DDoS

November 16, 2010

Reading time ~1 minute

MyanmarMyanmar

Pada minggu yang lalu Burma akhirnya tumbang offline, hal ini disebabkan karena serangan massive DDoS yang menyebabkan 45 Mbps saluran Internet pipeline di negara tersebut dipenuhi oleh junk traffic dengan kecepatan dari 10 hingga 15 Gbps. Sebagai negara bagian dari Myanmar, yang tersangkut dengan isu hak asazi manusia di negara tersebut, negara ini saat ini masih dalam pemerintahan militer junta.

Menurut dari Arbor Networks, sebuah perusahaan yang khusus menangani dan memproteksi serangan DDoS, konektifitas Internet di negara ini telah mengalami intermittent semenjak 25th October, saat berbagai macam seri penyerangan dimulai. Pada Selasa minggu yang lalu penyerangan DDoS ini ditargetkan kepada main Internet provider yang ada di Burma, Kementrian pos dan telekomunikasi (PTT), mengungkap penyerangan ini menggunakan TCP syn dan juga rst flood.

Arbor Networks juga melaportkan kalau jalur akses penyerang memiliki distribusi yang sangat bagus karena berasal dari berbagai macam jenis alamat IP yang tersebar di sekitar 20 ISP. “Saat ini belum ditemukan motif dari serangan ini, namun dicuragai DDoS ini disebabkan oleh faktor politik mengenai sensor yang akan dilakukan pemerintah dan juga manipulasi bursa saham” ungkap Dr. Craig Labovitz, chief scientist dari Arbor Networks.

Pada bulan January 2009 yang lalu, Infrastruktur Internet dari Republik Kyrgyzstan juga sempat lumpuh oleh serangan DDoS. Hal ini di curigai sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah yang berencana untuk menutup pangkalan udara A.S. airbase di daerah Manas.

DDoS saat ini dapat dikatakan menjadi sebuah trend untuk melakukan pesan politis dengan melumpuhkan jalur jaringan internet di sebuah negara tersebut, walaupun motif tidak dikenal dan dapat dibaca dengan pasti, namun hal itu dapat dilihat dari dampak politik yang ada pada sebuah negara tersebut. Misalnya pada serangan Burma kali ini, menyebabkan efek yang sangat buruk untuk bisnis turisme. Hal ini menyebabkan banyaknya travel agen tidak dapat berkomunikasi dengan customer yang berasal dari negara lain via email.

comments powered by Disqus