Bunuh nyamuk dengan teknologi laser

April 06, 2009

Reading time ~4 minutes

Nathan Myhrvold, Ex dari Microsoft, ikut terlibat dalam meneliti teknologi laser, untuk menghentikan malaria.Nathan Myhrvold, Ex dari Microsoft, ikut terlibat dalam meneliti teknologi laser, untuk menghentikan malaria.

Nyamuk, adalah masalah terbesar yang paling berat untuk dihadapi manusia, sudah berapa dekade manusia terus memerangi binatang yang dapat menginfeksi darah hingga kita terserang penyakit seperti malaria.  dan ini kebanyakan terjadi pada negara negara kelas tiga yang memiliki lingkungan kesehatan yang buruk ditambah lagi dengan suhu yang hangat dan sangat relatif banyak negara diantara belahan dunia melakukan berbagai cara untuk memerangi dan menghindari penyakit ini di setiap tahun nya.

Solusi yang ada saat ini untuk membunuh nyamuk adalah dengan menggunakan insektisida dan repellants (anti nyamuk) yang bersifat toxic, mahal, dan terdapat kemungkinan tidak dapat bekerja pada nyamuk yang sudah memiliki resistensi yang tinggi terhadap bahan kimia.  Sedangkan vaksin demam berdarah ataupun malaria lebih aman, namun ini masih sangat mahal dan hanya dapat mencegah 1 jenis penyakit saja.  Jadi para researchers yang berada di Seattle telah melakukan penelitian ala Star Wars untuk menjawab masalah dalam memerangi nyamuk.

Star Wars program ini tadinya dirikan untuk menembak missile nuklir secara otomatis dengan teknologi laser.  Sekarang program terbaru mereka memiliki tantangan yang baru, yaitu menembak objek yang lebih kecil yaitu membunuh nyamuk dengan menggunakan laser pulse yang mematikan.  Para researchers, yang dipimpin oleh Jordin Kare, seorang astrophysicist dengan Lawrence Livermore National Laboratory, telah membuat sebuah teknologi laser yang dapat men “tag” nyamuk dengan pulsa cahaya pada jarak 100 kaki.  Teknologi laser yang ditemukan ini masih bersifat non-lethal, namun versi berikutnya tentu saja ini akan mematikan alat ini disebut dengan weapon of mass mosquito destruction (WMMD).

Kare menyatakan, “kami sangat senang apabila kami dapat menstabilisasikan hubungan antara manusia-nyamuk agar lebih seimbang.”

Laser pembunuh nyamuk ini komponen peralatanya didapat dari eBay.  Dengan donor dari Bill Gates, United Nations, U.K. dan beberapa non-profits seperti Malaria, tentu saja akan terus mengembangkan riset ini.

Szabolcs Márka, seorang peneliti dari Columbia University yang memiliki spesialisasi terhadap black holes pun telah aktif dalam penelitian ini, dengan membuat cahaya yang dapat membutakan nyamuk.

Ada banyak metode metode lainya seperti myriad menggunakan teknologi microwave, yang menghasilkan bau tengik, keracunan darah dan persenjataan lainya yang memanfaatkan jarak pandang, bau dan panas telah di test di lab secara worldwide.  Beberapa juga ada yang dirancang khusus dengan membuat bakteri untuk membunuh semua jenis nyamuk, lainya dirancang secara genetis untuk membunuh nyamuk superior yang memiliki resisten terhadap malaria, yang akan membunuh faktor pembawa penyakin malaria yang dibawa oleh nyamuk tersebut.

Seorang peneliti kreatif dari jepang malah membuat nyamuk menjadi mesin “flying syringes” yang akan membawa vaksin penyembuh ke masyarakat.  Namun yang paling sangat diperhatikan saat ini adalah teknologi laser pembunuh nyamuk ini yang di impikan oleh Lowell Wood.  Mr. Wood bekerja sama dengan Edward Teller, untuk membuat bom hidrogen dan kemudian menyukai metode ala Star Wars ini.  Dimana Star Wars program dirancang untuk national defense, Mr. Wood percaya metode yang sama akan menjadi basis untuk mosquito defense.

Nathan Myhrvold, Eks Microsoft Corp. executive dan owner dari Intellectual Ventures LLC, telah membantu dana dan bantuan untuk terlibat dalam pengembangan teknologi ini dengan bantuan boss lama nya Bill Gates.  Dr. Wood telah membuat sebuah team yang termasuk Dr. Kare, beberapa Star Wars scientist, dan entomologist dengan Ph.D pada mosquito behavior, dan ekspert lainya.

Pengimplementasian teknologi ini masih menjadi pemikiran laser defense perimeter akan melindungi sebuah desa / kawasan karena laser yang dirancang dengan kekuatan yang besar.  Kekuatan dari laser harslah kuat dan cukup kuat untuk membunuh nyamuk, namun lemah untuk membunuh organisme yang insect lainya seperti kupu kupu.  kata Mr. Myhrvold, “Dengan teknologi ini anda dapat membunuh jutaan nyamuk dalam 1 malam, tampa harus membunuh serangga lainya.”

Implementasi yang ada saat ini menggunakan Dell computer sebagai “otak” dari mosquito killer.  Ini menggunakan Maglite flashlight untuk mengilluminasi sang nyamuk, menciptakan siluet pada backdrop.  Kamera akan menemukan siluet ini dan menembakanya dengan laser.  Kumpulan koloni dari nyamuk anopheles stephensi, salah satu nyamuk yang selalu membawa malaria, telah menjadi test subject pada senjata baru ini.

Nyamuk yang terkena sasaran, bukan hanya betina saja, jantan jugaNyamuk yang terkena sasaran, bukan hanya betina saja, jantan juga

Beberapa test menunjukan hasil yang baik, dengan jumlah banyaknya nyamuk yang terbunuh secara efisien,yang meninggalkan bangkai bangkai nyamuk di tanah.  Laser ini bahkan mampu mengidentifikasi berdasarkan bunyi sayap nyamuk, karena penghisap darah pada nyamuk perempuan memiliki bunyi khusus akan menjadi sasaran yang sangat penting.  dimana nyamuk perempuan akan menjadi sasaran utama oleh laser, yang laki laki dibiarkan tampa adanya hubungan dengan nyamuk perempuan.  Mr. Myhrvold mengatakan, “Akan lebih arif jika kita hanya membunuh, yang perempuan, bukan yang laki laki.”

Namun, dia menambahkan mungkin manusia akan lebih baik kalau nyamuk itu di “bunuh semuanya.”

comments powered by Disqus