Akhirnya Oracle yang membeli SUN

April 22, 2009

Reading time ~3 minutes

Oracle LogoOracle Logo

Perusahaan raksasa  Oracle baru baru ini mengumumkan kalau mereka akan membeli Sun Microsystems dengan harga $9.50 per share—atau sekitar $7.4 juta. Kedua perusahaan ini telah mencapai kesepakatan setelah kegagalan IBM yang hanya mampu membeli seharga $9.40 per share. Oracle nampaknya telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan, khususnya saat krisis seperti ini, Oracle telah mengakuisisi perusahaan perusahaan keliber dunia seperti PeopleSoft, Hyperion, Siebel, dan BEA. dengan ditambahkanya Sun kepada Oracle, dapat di prediksi akan adanya implikasi dari teknologi industri.

Salah satu area yang memiliki efek yang cukup kuat adalah open source software community. Seperti yang kita ketahui Sun memberikan skala yang cukup besar dalam open source software project yang dapat kita lihat perubahanya nanti setelah adanya pergantian ownership ini.

Beberapa produk SUN yang banyak diminati banyak orang dan bersifat open source sekarang menemui sebuah jalan spekulasi kemana hal ini akan dibawa oleh Oracle di masa mendatang misalnya:

Java

Oracle adalah salah satu pengguna yang cukup aktif pada Java middleware yang menjadi mayoritas dalam bahasa pemrograman masa depan. Oracle sangat serious memperhatikan Java development terus berlanjut dan bahasa tersebut akan tetap kompetitif pada dunia server. Bagi Oracle Sun belum memiliki strategy khusus untuk me monetizing Java.

Solaris

Sun Solaris memiliki perubahan strategi dan telah ber transformasi pada tahun belakangan ini. Sun juga telah merelease released the operating system’s code base dengan menggunakan open source CDDL license yang di beli dari Debian founder Ian Murdock untuk merubah OpenSolaris project menjadi sebuah community-driven desktop distro. Mungkin nantinya jika ini di bawah Oracle, beberapa aspek strategi ini akan mengalami perubahan mengingat Oracle database software sanat berat untuk di deploy pada Solaris platform, sudah barang tentu Oracle menginginkan sebuah business interest pada Solaris dimasa mendatang. Sementara itu Oracle dahulunya lebih berkomitmen pada Linux operating system. Oracle juga telah menjual Linux support service diatas Red Hat dengan kontributor mayoritas bermain pada Linux kernel. Sebagai pemain aktif pada kedua dunia, sudah tentu Oracle menginginkan akan adanya kolaborasi antara Linux dan OpenSolaris. Yang nantinya akan berkemungkinan besar Oracle akan memikirkan kembali Sun licensing untuk OpenSolaris.

MySql

Dari akuisi ini, akan menghadirkan banyak pertanyaan besar pada MySQL, sebuah open source database system yang telah Sun akuisisi tahun yang lalu. Sampai saat ini masih belum jelas apakah Oracle akan meneruskan development dari open source sebagai alternative dari core database yang mereka tawarkan. Ada beberapa faktor yang membuat Oracle sangat sulit untuk membunuh dan menghentikan MySQL diantaranya adalah:

MySQL telah mengalami sebuah proses fragmentasi hingga melahirkan beberapa branch dari MySql yang tentu saja membawa faktor unik dan membawa keuntungan secara independen. Ini dapat berarti mungkin Oracle akan meneruskan tradisi ini sebagai kebutuhan yang unik, atau pun Oracle dapat melakukan strategi sentralisasi dan membatalkan developmennya di masa mendatang.

Faktor lainya kalau ini sampai dihentikan, tentu saja, alternatif akan terus berkembang, seperti halnya PostgreSQL—yang nantinya bisa saja pengguna MySQL akan berpindah jika MySQL tamat. Hal ini telah terjadi pada tahun 2005 Oracle pernah mengakuisisi Innobase, sebuah perusahaan yang mengembangkan teknologi yang sanat populer, ACID-compliant storage engine untuk MySQL. Oracle menjual Innobase InnoDB dengan menggunakan dual-licensed dan tersedia juga under GPL atau commercial terms. Namun saat ini Oracle telah memiliki MySQL, tidak menutup kemungkinan kalau perusahaan ini akan menawarkan versi komersial untuk database dan InnoDB storage engine secara bersamaan.

[arstechnica]

comments powered by Disqus