Mengenal Payment Gateway sebagai Metode Pembayaran

Sumber : freepik.com ( by tirachardz)

Jumlah transaksi online, saat ini terus meningkat dengan pesat. Pada salah satu sumber kredibel, nilai transaksi e-commerce pada tahun 2020 lalu mencapai lebih dari Rp.266,3 triliun (katadata.co.id) Selain karena disebabkan oleh keterbatasan mobilitas sejak pandemi, hal ini juga didukung dengan baiknya kualitas payment gateway yang disediakan oleh pemilik lapak.

Ya, kemudahan pembayaran jadi salah satu hal penting untuk e-commerce sehingga bisa mencapai nilai transaksi sebesar itu. Dengan layanan payment gateway ini, pelanggan yang ingin berbelanja tak perlu repot membuka situs lain dan melakukan proses baru. Demikian pula dengan penjual, yang bisa dengan mudah menerima pembayaran dengan berbagai metode yang tersedia.

Tapi apa sebenarnya payment gateway itu? Dan apa pula perannya di dunia bisnis online saat ini?

Payment Gateway Menjadi Metode Pembayaran

Sumber : Foto oleh Negative Space dari Pexels

Secara definitif, payment gateway bisa dipahami sebagai satu sistem transaksi online yang mengotorisasi proses pembayaran dengan berbagai cara. Mulai dari kartu kredit, transfer bank, atau pembayaran langsung menggunakan kartu debit dan dompet digital. Jadi, pelanggan bisa menggunakan cara yang dipilihnya, dan pemilik barang bisa menerima pembayaran tanpa harus direpotkan dengan berbagai urusan tambahan.

Keberadaan payment gateway sendiri merupakan satu terobosan untuk transaksi online, karena penjual tidak perlu memiliki banyak akun untuk menampung pembayaran dan pelanggan juga bisa membayarkan nilai transaksi dengan cara yang dipilihnya.

Berbagai pembayaran yang dilakukan pelanggan akan dapat masuk ke satu rekening penjual dengan metode tertentu. Pelanggan juga akan merasa lebih nyaman dalam melakukan transaksi secara lebih mudah dan cepat.

Begini Cara Kerjanya 

Gambar oleh Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Mungkin Anda bertanya-tanya, lalu bagaimana dengan cara kerjanya? Bukankah secara sederhana payment gateway akan menjadi ‘perantara’ dalam transaksi yang dilakukan antara pelanggan, lembaga keuangan, dan pemilik bisnis atau penjual?

Ya, secara sederhana bisa diartikan demikian. Hanya saja perantara dalam konsep ini tak sekedar menyalurkan uang dari Anda pada penjual, namun juga melakukan otorisasi pembayaran. Singkatnya, pembayaran yang Anda lakukan akan diperiksa terlebih dahulu validitasnya, sebelum diteruskan pada penjual melalui lembaga keuangan.

Begini kira-kira alur kerja transaksi online sekarang ini.

  1. Pelanggan atau pembeli akan memutuskan untuk membeli produk dari marketplace yang digunakan. Pembayaran ini sudah dibantu dengan penyediaan berbagai metode pembayaran oleh payment gateway.
  2. Kemudian transaksi yang dilakukan pelanggan ini akan diteruskan informasinya ke payment processor bank yang digunakan oleh penjual.
  3. Ketiga, payment processor akan meneruskan informasi pembayaran pada asosiasi penerbit kartu atau badan yang berwenang atas cara pembayaran yang digunakan oleh pelanggan. Informasi ini juga akan diteruskan ke bank atau lembaga keuangan yang digunakan penjual.
  4. Bank atau lembaga keuangan akan menerima permintaan transaksi dan memberikan respon pada payment processor, apakah metode pembayaran yang digunakan pelanggan valid atau tidak. Jika valid maka transaksi bisa diteruskan.
  5. Terakhir, payment processor akan meneruskan informasi ini ke payment gateway, yang akhirnya akan kembali diterima oleh pelanggan untuk mengkonfirmasi apakah transaksi berhasil atau gagal.

Jika gagal, maka terjadi kesalahan data yang dimasukkan atau kekurangan saldo.

Terdengar cukup panjang? Well, semua proses ini berlangsung dalam hitungan menit, atau bahkan detik saja. Dan ini mengapa banyak orang lambat laun beralih ke transaksi online daripada mendatangi toko fisik secara langsung.

Proteksi Data Sensitif 

Sumber : Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Berperan sebagai perantara, payment gateway tak mungkin tidak memberikan perlindungan pada data sensitif yang Anda miliki. Mulai dari password, nomor-nomor penting dan rahasia, hingga transaksi yang Anda lakukan. Semua dijamin aman dan dilindungi oleh sistem keamanan bertingkat, sehingga transaksi bisa dilakukan dengan aman.

Setidaknya, terdapat tiga jenis proteksi yang diberikan oleh payment gateway dalam membantu transaksi yang dilakukan secara online.

  1. Pertama adalah AVS atau Address Verification System, rincian tagihan akan diperiksa dan disesuaikan dengan alamat kartu yang terdaftar. Notabene tanpa kecocokan data, transaksi tak akan berhasil.
  2. Kedua, dengan CV2, Card Security Code mengharuskan pelanggan untuk memasukkan tiga digit terakhir pada bagian belakang kartu kredit atau debit, yang tentu hanya diketahui pemilik kartu saja.
  3. Ketiga, adalah 3D Secure Password, yang digunakan dalam rangka melakukan otorisasi pembayaran Anda.

Selain tiga proteksi tersebut, untuk pelanggan yang menggunakan kartu kredit juga tersedia proteksi anti-fraud yang bisa mencegah terjadinya kebocoran data dan penyalahgunaan kartu.

Jadi, cukup aman dan terlindungi bukan?

Keberadaan payment gateway memang jadi solusi atas praktisnya transaksi yang dilakukan pada toko-toko online. Terlebih ketika terintegrasi dengan layanan pengelolaan pembayaran seperti Jokul by DOKU, yang bisa membantu Anda pemilik bisnis untuk melakukan pencatatan transaksi dan rekonsiliasi data dengan detail. Proses bisnis menjadi lebih mudah, pengelolaan lebih efektif, serta pembukuan lebih rapi. Dengan begini Anda bisa berkembang lebih cepat dan meningkatkan keuntungan yang Anda dapat!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel