Apa yang Harus Dilakukan Bagi Mereka yang Positif Virus Corona Namun Menjalankan Isolasi Mandiri di Rumah?


Virus corona bukan hanya bisa menyebabkan seseorang mengalami gejala batuk, diare, sesak nafas hingga kematian namun juga bisa menjadikan seseorang carrier tetapi tanpa ada gejala. Carrier virus covid19 ini terjadi karena mereka memiliki sistem imun yang baik sehingga meski terpapar virus covid19 tidak menunjukkan gejala sakit. Mereka inilah yang bisa merawat dirinya sendiri dengan melakukan isolasi mandiri di rumah. isolasi di rumah bisa dijadikan pilihan saat seseorang positif covid19 tidak memiliki gejala sakit dan masih bisa mengurus dirinya sendiri. Opsi ini diberikan selain atas permintaan pasien juga dimaksudkan untuk mengurangi beban kerja tenaga medis dan tidak mengurangi kapasitas kamar isolasi rumah sakit untuk mereka yang lebih membutuhkan.

Siapa saja yang bisa melakukan isolasi mandiri? Berikut ini adalah beberapa kondisi dimana seseorang bisa atau harus melakukan isolasi mandiri di rumah:

  1. Mereka yang memiliki gejala batuk pilek, demam, nyeri tenggorokan, diare dan sesak nafas atau penyakit pernafasan lainnya.
  2. Orang dalam pemantauan dengan gejala sakit ringan.
  3. Orang dalam pemantauan tanpa gejala namun memiliki kontak erat dengan pasien positif covid19.
  4. Orang yang baru datang dari negara atau wilayah pandemi lain seperti Jabodetabek, Jabar, dan Jatim.
  5. Semua golongan di atas, namun tidak memiliki riwayat penyakit autoimun, diabetes, hipertensi, AIDS dan infeksi saluran nafas.
  6. Dilakukan dengan sukarela.


Saat seseorang memilih opsi isolasi mandiri, bukan berarti mereka boleh berada di rumah namun dalam keadaan yang bebas tanpa aturan. Ada aturan-aturan tertentu yang harus diterapkan agar bisa memantau kondisi diri sendiri dan tidak mengakibatkan masalah kesehatan pada keluarga atau tetangga. Berikut ini adalah aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh mereka yang melakukan isolasi mandiri untuk pencegahan virus corona:

  1. Menggunakan kamar yang terpisah dari anggota keluarga yang lain.
  2. Tidak keluar rumah atau keluar kamar untuk mereka yang sudah positif covid19.
  3. Selalu menggunakan masker baik di dalam maupun di luar kamar.
  4. Menjaga jarak dengan keluarga minimal 1 meter.
  5. Melakukan pengukuran suhu harian untuk mengetahui kondisi kesehatan.
  6. Observasi apakah ada gejala penyakit lainnya.
  7. Hindari penggunaan alat makan, seprei dan alat mandi yang sama.
  8. Berjemur setiap pagi hari.
  9. Mengkonsumsi makanan yang sehat bergizi seimbang.
  10. Menghubungi tenaga medis jika memiliki gangguan kesehatan.


Dengan isolasi mandiri, seseorang bisa lebih nyaman berada di rumah sendiri atau di kamarnya sendiri sehingga pikiran lebih rileks dan senang. Namun perlu diingat bahwa isolasi mandiri membutuhkan kedisiplinan yang lebih tinggi karena Anda berada dekat dengan keluarga. Jika tidak dipatuhi, salah-salah Anda justru bisa menjadi orang yang menularkan virus pada keluarga yang lainnya. kedisiplinan tak hanya dilakukan oleh mereka yang diisolasi saja namun juga pada seluruh keluarga yang serumah agar mendukung aturan isolasi.

Jika yang diisolasi mandiri mengalami gejala penyakit mirip dengan gejala covid19, segera hubungi tenaga medis untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Begitu juga dengan keluarga apalagi jika pernah melakukan kontak langsung dengan yang diisolasi. Namun jika keluarga tidak melakukan kontak langsung dengan penderita, bisa melakukan konsultasi online terlebih dahulu dengan dokter melalui Halodoc agar Anda tidak perlu buru-buru ke rumah sakit yang justru membuat diri semakin rawan terkena penularan infeksi virus corona.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel